![]() |
| Herlan Hasmidinata Terima Penghargaan sebagi Pemuda Pegiat Nandong dari Komunitas RSB dan MAU |
Simeulue Cut – Kepala Dusun (Kadus) Ihsan, Desa Borengan, Herlan Hasmidinata, menerima Sertifikat Penghargaan dari Rumpun Simolol Bersatu (RSB) bekerja sama dengan Komunitas Mangaktere Anak Ulau (MAU) atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pelestarian sejarah, budaya, serta upaya edukasi mitigasi bencana di Kabupaten Simeulue.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Seminar Sejarah Smong dan Simulasi Mitigasi Smong yang diselenggarakan di Kompleks Makam Tgk. Diujung atau Tgk. Khalilullah, ulama yang diyakini sebagai tokoh penyebar Islam pertama di Pulau Simeulue. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pelajar, serta berbagai komunitas yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya lokal.
Pemberian sertifikat penghargaan kepada Herlan Hasmidinata merupakan bentuk apresiasi atas dukungan dan partisipasinya dalam menyukseskan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, kebudayaan, dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal, khususnya di wilayah Desa Borengan dan Kecamatan Simeulue Cut.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan seminar dan simulasi mitigasi Smong tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk aparatur desa yang turut berperan aktif dalam memfasilitasi serta mengajak masyarakat untuk menjaga warisan budaya dan sejarah yang dimiliki Simeulue.
"Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para tokoh dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap pelestarian sejarah, budaya, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal Smong sebagai identitas masyarakat Simeulue," ujar panitia.
Dalam kesempatan tersebut, Herlan Hasmidinata mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Rumpun Simolol Bersatu (RSB) dan Komunitas Mangaktere Anak Ulau (MAU) atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam mendukung kegiatan yang bertujuan melestarikan sejarah, budaya, pendidikan, dan nilai-nilai keagamaan di Simeulue.
"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya secara pribadi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat Desa Borengan untuk terus menjaga warisan leluhur, melestarikan budaya Smong, serta mendukung kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi generasi muda," ungkap Herlan.
Seminar Sejarah Smong dan Simulasi Mitigasi Smong sendiri mengangkat pentingnya kearifan lokal Smong sebagai warisan budaya yang telah terbukti menyelamatkan ribuan masyarakat Simeulue dari bencana tsunami. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali sejarah penyebaran Islam di Simeulue melalui sosok Tgk. Khalilullah (Tgk. Diujung) yang dikenal sebagai salah satu ulama berpengaruh dalam perjalanan dakwah Islam di Pulau Simeulue.
Melalui kegiatan tersebut, Rumpun Simolol Bersatu dan Komunitas Mangaktere Anak Ulau berharap semakin banyak elemen masyarakat yang terlibat dalam upaya menjaga warisan sejarah, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai identitas daerah. Penghargaan yang diberikan kepada para tokoh masyarakat diharapkan menjadi inspirasi untuk terus membangun kolaborasi dalam mewujudkan Simeulue yang tangguh terhadap bencana, kaya akan budaya, serta tetap menjaga nilai-nilai religius yang diwariskan oleh para ulama terdahulu.



.png)
%20Business%20Flag%20in%20Blue%20Pink%20Lime%20Green%20Archetype%20Inspired%20Style.png)



0 Komentar